Dampak Polusi Terhadap Kesehatan Manusia Dan Lingkungan

Kesehatan adalah kondisi fisik mental dan sosial yang sempurna, bukan hanya ketidakhadiran penyakit belaka.

Menurut Notoatmojo kesehatan lingkungan pada hakikatnya adalah suatu kondisi atau keadaan lingkungan yang optimum sehingga berpengaruh positif terhadap terwujudnya status kesehatan yang optimum pula.

Dalam undang – undang RI No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan menyebutkan bahwa kesehatan lingkungan meliputi.

1.      Penyehatan air dan udara

2.      Pengamanan limbah padat

3.       Limbah cair

4.      Limbah gas

5.      Radiasi dan kebisingan

6.      Pengendalian factor penyakit

7.      Penyerahan atau pengamanan lainnya.

Polusi menimbulkan dampak yang luas terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Berikut penjelasannya.

A.    Dampak pencemaran / polusi udara

1.      Dampak polusi udara terhadap kesehatan

Berbagai jenis polutan udara dapat menyebabkan gangguan kesehatan bagi manusia maupun makhluk hidup lain. Polutan – polutan udara yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan di antaranya sebagai berikut :

a.       Karbon monoksida (CO)

Gas CO yang terhirup dapat bereaksi dengan hemoglobin pada sel darah merah sehingga menghalangi pengangkutan oksigen yang sangat dibutuhkan tubuh. Efek yang ditimbulkan di antaranya adalah pusing, sakit kepala, rasa mual, ketidaksadarn (pingsan), kerusakan otak, dan kematian. Gas CO yang terhirup dapat pula berdampak pada kulit dan menyebabkan masalah jangka panjang pada penglihatan.

b.      Sulfur oksida, Nitrogen oksida dan ozon

Ketiga gas tersebut dapat menyebabkan iritasi mata dan radang saluran pernapasan. Dalam jangka panjang dapat menyebabkan penyakit gangguan pernapasan yang kronis, seperti bronchitis, emfisema, dan asma. Penyakit ini ditandai dengan kesulitan bernapas (sesak) akibat kerusakan organ pernapasan.

c.       Materi partikulat

Serbuk batu bara, serbuk kapas, serbuk kuarsa dan serat asbes dapat menyebabkan penyakit paru – paru. Tingkat keparahan penyakit dapat beragam mulai dari peradangan sampai pembentukan tumor paru – paru.

Materi partikulat lain yang berbahaya adalah timbal. Timbal sangat beracun (toksik) dan dapat terakumulasi dalam tubuh, serta menyerang berbagai system tubuh, seperti system pencernaan dan system saraf. Timbal juga dapat merusak fungsi jantung dan ginjal. Selain itu timbal juga menyebabkan keterbelakangan mental pada anak – anak.

d.       Asap rokok

Asap rokok mengandung zat berbahaya seperti benzo – a – pyrena dan formaldehid. Asap rokok dapat menyebabkan penyakit jantung dan kanker paru – paru.

e.        Zat – zat penyebab kanker

Zat penyebab kanker misalnya kloroform, para diklorobenzena, tetrakloroetilen, trikloroetan, dan radioaktif. Zat – zat tersebut merupakan jenis polutan udara di dalam ruangan (indoor air pollutants) yang berpotensi menimbulkan kanker bila terdapat dalam konsentrasi tinggi.

f.       Suara

Kontak dengan suara yang bising dalam waktu lama dapat menimbulkan kerusakan organ pendengaran. Kerusakan organ dapat bersifat permanen. Misalnya, menjadi tuli, suara yang bising dapat menyebabkan gangguan pada jantung, sakit kepala dan stress secara psikologis.

2.      Dampak polusi udara terhadap lingkungan

a.       Dampak terhadap ekosistem

Industri yang mempergunakan batubara sebagai sumber energinya akan melepaskan zat oksida sulfat ke udara sebagai sisa pembakaran batubara. Zat tersebut akan bereaksi dengan air hujan membentuk asam sulfat sehingga air hujan menjadi asam (acid rain). Apabila keadaan ini berlangsung cukup lama, akan terjadi perubahan pada ekosistem perairan danau. Akibatnya, PH air danau akan menjadi asam, produksi ikan menurun, dan secara tidak langsung pendapatan rakyat setempat pun menurun.

Dampak dari hujan asam di antaranya :

MMempengaruhi kualitas air permukaan bagi biota yang hidup di dalamnya. Suatu penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang erat antara PH dengan penurunan populasi ikan dan biota air lainnya di perairan.

MMerusak tanaman. Hujan asam dapat merusak jaringan tanaman sehingga menghambat pertumbuhannya dan dapat menyebabkan kematian.

MMelarutkan logam – logam berat yang terdapat dalam tanah, sehingga mempengaruhi kualitas dari tanah dan air permukaan. Air yang telah tercemar logam berat jika dikonsumsi dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.

MBersifat korosif, sehingga merusak berbagai bahan logam seperti   mobil dan pagar, monumen dan patung atau komponen bangunan.

MMenyebabkan penyakit pernapasan.

MPada ibu hamil, dapat menyebabkan bayi lahir premature dan meninggal.

b.      Dampak terhadap tumbuhan dan hewan

Tumbuh – tumbuhan sangat sensitif terhadap gas sulfur dioksida, fluorin, ozon, hidrokarbon dan CO. Apabila terjadi pencemaran udara, konsentrasi gas tersebut akan meningkat dan dapat menyebabkan daun tumbuhan berlubang dan layu. Ternak akan menjadi sakit jika memakan tumbuh – tumbuhan yang mengandung dan tercemar fluorin.

Penipisan lapisan ozon menyebabkan sebagian besar radiasi sinar UV terpancar ke permukaan bumi. Sinar UV memiliki dampak yang buruk terhadap makhluk hidup, di antaranya menimbulkan mutasi, kanker kulit, penyakit pada tumbuhan dan pada akhirnya menurunkan populasi makhluk hidup.

c.       Dampak terhadap cuaca dan iklim

Gas karbon dioksida memiliki kecenderungan untuk menahan tetap berada di bawah atmosfer sehingga terjadi efek rumah kaca (green house effect). Udara menjadi panas dan gerah. Selain itu, partikel – partikel debu juga memiliki kecenderungan untuk memantulkan kembaki sinar matahari di udara sebelum sinar tersebut sampai ke permukaan bumi sehingga udara di lapisan bawah atmosfer menjadi dingin.

Pemanasan global adalah meningkatnya suhu rata – rata bumi. Pemanasan global terjadi akibat efek rumah kaca. Efek rumah kaca merupakan peristiwa tertahannya atau terperangkapnya panas matahari di lapisan atmosfer bumi bagian bawah oleh gas – gas rumah kaca yang membentuk lapisan di atmosfer. Sehingga panas matahari dipantulkan kembali ke bumi. Hal ini menyebabkan suhu bumi meningkat. Terjadinya peningkatan suhu bumi akan mengakibatkan mencairnya es di kutub dan meningkatnya suhu air laut. Dampak lain dari pemanasan global di antaranya :

-    Menambah volume air laut sehingga permukaan air laut akan naik.

-    Menimbulkan banjir di daerah pantai.

-   Dapat menenggelamkan pulau – pulau dan kota – kota besar yang   berada di tepi laut

-    Meningkatkan penyebaran penyakit menular.

-   Curah hujan di daerah yang beriklim tropis akan lebih tinggi dari normal.

-   Tanah akan lebih cepat kering, walaupun sering terkena  hujan. Hal ini mengakibatkan banyak tanaman mati.

-     Akan sering terjadi angin besar di berbagai tempat.

-   Musnahnya hewan dan tumbuhan, termasuk manusia, yang tidak mampu berpindah atau beradaptasi dengan suhu yang lebih tinggi.

B.     Dampak Pencemaran/Polusi Air

Air yang telah tercemar akan sangat mempengaruhi kualitas hidup makhluk hidup dan lingkungan sekitar. Pencemaran air dapat terjadi pada air sumur, sungai, bendungan maupun air laut.

Sebagian besar pencemaran air berasal dari polutan yang dihasilkan manusia. Pencemaran tersebut akan berdampak pada kehidupan manusia dan lingkungan antara lain sebagai berikut.

a.       Gangguan Kesehatan

Air yang telah tercemar, oleh senyawa organik maupun senyawa anorganikakan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan karena mudah menjadi media berkembangnya berberbagai macam penyakit menular maupun tidak menular. Air yang telah tercemar tidak dapat lagi digunakan sebagai pembersih, sedangkan air bersih sudah tidah mencukupi sehingga kebersihan manusia dan lingkungannya menjadi tidak terjamin, pada akhirnya menyebabkan manusia mudah terserang penyakit.

Beberapa penyakit menular yang dapat tersebar melalui air yang tercemar diantaranya sebagai berikut.

1.      Cholera adalah penyakit usus halus yang akut dan berat

Penyakit cholera disebablan oleh bakteri Vibrio cholera. Masa tinasnya berkisar beberapa hari. Gejala utamanya adalah muntaber, dihidrasi, dan kolaps. Gejala khasnya adalah tinja menyerupai air cucuan beras.

2.      Typhus abdominalis

Typhus abdominalis juga merupakan penyakit yang menyerang usus halus dan penyebabnya adalah Salmonella typhosa. Gejala utamanya adalah panas yang terus menerus dengan taraf kesadaran menurun, terjadi 1-3 minggu (rata – rata 2 minggu) setelah ingfeksi. Selmonella typhosa tumbuh dalam suasana yang cocok bagi dirinya yaitu usus manusia dan hewan berdarah panas.

3.      Hepatitis A disebabkan oleh virus hepatitis A

Gejala utamanya adalah demam akut, dengan perasaanmual dan muntah, hati membengkak dan skera mata menjadi kuning, oleh karena itu orang awam menyebut hepatitis ini sebagai penyakit kuning.

4.      Disentrie amoeba

Disebabkan oleh protozoa bernama Entamoeba hystolytica. Gejala utamanya adalah tinja tercampur darah dan lendir.

 

Tabel 1. Penyakit bawaan air dan penyebabnya

Penyebab

Penyakit

Virus

-          Rota virus

-          Virus Hepatitis A

-          Virus poliomyelitis

Bakteri

-          Vibrio cholera

-          Eschorichia coli

-          Salmonella parathypi

-          Shigela dysentriae

Protozoa

-          Entamoeba hus tolytica

-          Balantidia coli

-          Giardia lamblia

Metazoan

-          Ascaris lumbricoides

-          Clonorshis sinensia

-          Diphyllobotrihium latum

-          Scihistosoama

 

Diare, terutama pada anak – anak

Hepatitis A

Poliomyelitis

 

Cholera

Diare / disentri

Typhypus

Dysenti

 

Dysentri amoeba

Balantidiasis

Giadiasis

 

Ascaris

Clonorchiasis

Dyphylobothriasis

Scihistosoamiasia

 

 

 

Selain penyekit menular, penggunaan air dapat juga memicu terjadinya penyakit tidak menular. Penyakit tidak enular terutama terjadi kerena air telah terkontaminasi zat – zat berbahaya atau beracun.

Beberapa kasus keracunan akibat mengkonsumsi air yang terkontaminasi diantaranya sebagai berikut.

1.      Kasus keracunan kobalt (Co) yang terjadi di Nebraska (amerika) merupakan satu contoh penyakit tidak menular yang diakibatkan kontaminasi kobalt di dalam air. Akibat keracunan kobalt ini dapat berupa gagal jantung, kerusakan kelenjar gondok, tekanan darah tinggi dan pergelangan kaki membengkak.

2.      Penyakit Minamata, yang disebabkan pencemaran pantai Minamata oleh merkuri (air raksa). Sumber utama keracunan air raksa itu adalah pembuangan limbah pabrik penghasil polivinil klorida yang menggunakan merkuri sebagaikatalis.

3.       Keracunan cadmium di kota Toyoma, Jepang. Keracunan ini menyebabkan terjadinya pelunakan tulang sehingga tulang – tulang punggung terasa sangat nyeri. Bedasarkan hasil penelitian, ternyata bahwa beras yang dimakan penduduk Toyoma berasal dari tanaman padi yang selama bertahun – tahun mendapat air yang telah tercemar Cadmium.

b.      Gangguan terhadap lingkungan

1.      Meurunnya populasi berbagai biota air

Berbagai biota air, seperti ganggang, ikan, udang, kerang   dan terumbu karang, merupakan sumberdaya yang sangat penting bagi manusia. Menurunnya populas biota ini akan membawa kerugian besar, baik secara langsung berupa kekurangan sumberdaya pencaharian, ataupun secara tidak langsung berupagangguan dalam keseimbangan ekosistem.

Penurunan populasi biota air secara drastic dapat idsebabkan oleh bencana alam. Namun, kenyataannya hal ini terutama disebabkan oleh populasi yang ditimbulkan manusia. Beberapa pulatan yang sifatnya berbahaya bagi biata air diantaranya adalah nutrient tumbuhan, limbah yang membutuhkan oksigen, minyak, sedimen dan panas.

a.       Nutrient tumbuhan

Nutrient tumbuhan akan menjadi polutan air apabila terdapat dalam jumlah  berlebihan di perairan. Perairan yang mengandung nutrient seperti fosfat dan nitrogen dalam jumlah berlebih disebut mengalami eutrofiikasi. Eutifikasi akan menyebabkan ganggang (alge) berkembangbiak dengan subur sehingga populasinya meningkat pesat. Kejadian ini sering disebut algae blooming.

Algae bloming dapat menyebabkan beberapa gangguan diperairan, di antaranya adalah menggagu penetrasi cahaya matahari kedalam perairan karena permukaan perairan tertutupi oleh populasi ganggang. Hal ini akan mengganggu kehidupan biota air dalam perairan tersebut.

Selain itu, jika ganggang yang mengalami blooming merupakan jenis ganggang yang menghasilkan senyawa beracun, ganggang tersebut akan menyebabkan kematian sebagian besar biota air. Kemudian,  ketika ganggang yang mengalami blooming mati, sel – selnya akan turun ke dasar perairan dan mengalami pembusukan. Akibatnya, terjadi peningkatan populasi bakteri pembusuk yang banyak membutuhkan banyak oksigen. Hal ini akan meningkatkan kebutuhan oksigen/BOD (biological oxygen demand) di perairan. BOD yang meningkat akan menurunkan kadar oksigenterlarut/DO (Dissolved Oxygen) di perairan sehingga biota air yang tidak toleran terhadap kondisi DO yang rendah akan mengalami penurunan populasi.

b.       Limbah yang membutuhkan oksigen

Seperti eutrofikasi, pencemaran air oleh limbah yang membutuhkan oksigen juga akan menyebabkan peningkatan BOD di perairan akibat tingginya populasi bakteri aerob  (membutuhkan oksigen) yang membusukkan limbah. Peningkatan BOD akan menurunkan DO perairan sehingga menurunkan populasi biota air yang tidak toleren terhadap kandungan DO yang rendah.

c.       Minyak

Pencemaran minyak banyak terjadi di lautan atau pantai. Pencemaran minyak di perairanbdapat menyebabkan kematian bagi banyak jenis biota air, seperti terumbu karang. Kematian ini disebabkan adanya senyawa dalam minyak yang sifatnya beracun bagi biota air tersebut. Tumpahan minyak di perairan juga dapat menempet dan menyelubungi bulu – bulu pada burung serta rambut pada mamalia air sehingga mengganggu fungsi fisiologis bulu atau rambut tersebut.contoh gangguan fisiologis yang dapat terjadi adalah hilangnya lemampuan mengapung atau kemampuan menjaga suhu tubuh sehingga hewan dapat mati karena tenggelam atau karena kehilangan panas tubuh secara drastis.

d.      Sedimen

Pencemaran sedimen di perairan dapat menyebabkan air menjadi keruh sehingga mengurangi jarak penetrasi cahaya matahari ke dalam perairan. Hal ini akan menyebabkan kemampuan fotosintesis ganggang dan tumbuhan air menurun sehingga populasinya berkurang.ganggang dan tumbuhan air merupakan produsen di rantai makanan perairan sehingga penurunan populasinya akan mengakibatkanpenurunan biota air lainnya. Sedimen juga dapat menyumbat aliran air, membawa endapan senyawa toksin, dan menutupi terumbu karang serta makhluk hidup lain di dasar perairan.

e.       Panas

Populasi panas atau termal dapat menyebabkan perubahan suhu perairan secara drastis. Hal ini akan mengakibatkan kematian berbagai biota air yang tidak mampu beradaptasi terhadap perubahan suhu tersebut.panas juga dapat menurunkan DO di perairan.

C.    Dampak Pencemaran/Polusi Tanah

Tempat pembuangan sampah merupakan salah satu sumber utama polusi tanah. Selain itu, masalah polusi tanah yang utama juga terjadi di lingkungan pertanian. Berikut ini penjelasan dampak polusi tanah :

1.      Tempat pembuangan

Limbah anorganik yang ada di tempat pembuangan bisa mengandung senyawa beracun, misalnya logam berat. Senyawa beracun ini dapat meracuni makhluk hidup yang hidup di tanah, seperti tumbuhan, mikroorganisme, dan cacing tanah. Limbah organik dapat menjadi tempat berkembang biak berbagai bakteri pembusuk, yang menyebabkan penyakit.

Secara tidak langsung, limbah di tempat pembuangan dapat menjadi sumber polusi air dan udara. Limbah cair yang dibuang ke tempat pembuangan dapat merembes dan bercampur dengan air tanah. Polusi udara yang dapat timbul melalui tempat pembuangan adalah gas metan (CH4) yang dihasilkan melalui pembusukan limbah organik oleh bakteri. Gas metan berbau tidak sedap dan merupakan salah satu gas rumah kaca.

2.      Lingkungan pertanian

Polusi tanah disebabkan oleh penggunaan pestisida kimia, pupuk dan irigasi. Pestisida dapat membunuh hama pengganggu dan membunuh biota tanah yang bermanfaat bagi kesuburan tanah seperti cacing tanah yang bermanfaat bagi kesuburan tanah, serta mikroorganisme. Pupuk yang berlebihan dapat menjadi racun bagi tanaman.

Proses irigasi dapat menyebabkan tanah mengalami salinisasi, yaitu peningkatan kadar garam. Kadar garam yang terlalu tinggi dapat menjadi racun bagi tanaman.

Beberapa kasus keracunan akibat mengkonsumsi air yang terkontaminasi diantaranya sebagai berikut.

1.      Kasus keracunan kobalt (Co) yang terjadi di Nebraska (amerika) merupakan satu contoh penyakit tidak menular yang diakibatkan kontaminasi kobalt di dalam air. Akibat keracunan kobalt ini dapat berupa gagal jantung, kerusakan kelenjar gondok, tekanan darah tinggi dan pergelangan kaki membengkak.

2.      Penyakit Minamata, yang disebabkan pencemaran pantai Minamata oleh merkuri (air raksa). Sumber utama keracunan air raksa itu adalah pembuangan limbah pabrik penghasil polivinil klorida yang menggunakan merkuri sebagaikatalis.

3.      Keracunan cadmium di kota Toyoma, Jepang. Keracunan ini menyebabkan terjadinya pelunakan tulang sehingga tulang – tulang punggung terasa sangat nyeri. Bedasarkan hasil penelitian, ternyata bahwa beras yang dimakan penduduk Toyoma berasal dari tanaman padi yang selama bertahun – tahun mendapat air yang telah tercemar Cadmium.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: