Pengelolaan Limbah

Beberapa negara maju talah memanfaatkan limbah yang berasal dari kegiatan rumah tangga dan industri. umumnya limbah dimangaatkan untuk berbagai macam bahan yang berguna tergantung teknologi yang digunakan. misalnya sampah organik dapat dipakai sebagai bahan untuk membuat pupuk(kompos), gas bio, alkohol, dll. dalam penanganannya membutuhkan perlakuan yang berbeda, karena sifat-sifat dari limbah juga berbveda-beda. beberapa cara penanganan limbah yang dapat dilakukan secara sederhana yaitu:

  1. Penumpukan
  2. Pengomposan
  3. Pembakaran
  4. sanitari landfill.

Suatu sistem penangan limbah yang baik harus memperhatikan bahwa limbah tersebut tidak menjadi tempat berkembang biaknya bibit penyakit serta tidak menjadi medium perantara menyebarluasnya suatu penyakit. Syarat lainnya adalah dalam penanganannya tidak mencemari udara, air, atau tanah serta tidak menimbulkan bau dan tidak menimbulkan kebakaran.

Pengolahan Limbah Padat

Pengolahan limbah padat meliputi pengumpulan sampai dengan pemusnahan dan pembuanganny. Pengelolaan limbah padat harus memperhatikan karakteristik dan kandungan yang terdapat di dalam limbah padat tersebut. Limbah padat yang mengandung bahan organik dapat membusuk dengan adanya aktivitas mikroorganisme pengurai. Dengan demikian, pengelolaannya menghendaki kecepatan, baik dalam pengumpulan maupun dalam pemusnahannya.

Pembusukan limbah padat organik akan menghasilkan antara lain gas CH4(metana) dan H2S (asam sulfida) yang bersifat racun bagi manusia. Akan tetapi, bagi lingkungan limbah padat ini relatif kurang berbahaya karena dapat terurai dengan sempurna.

Limbah padat yang mengandung bahan anorganik tidak dapat membusuk. Bila memungkinkan limbah padat jenis ini sebaiknya didaur ulang. Bila tidak memungkinkan dapat dibakar agar terurai menjadi bentuk lain sehingga volumenya lebih kecil. Untuk limbah padat yang mengandung B3, diperlukan suatu cara khusus.

Pembuangan limbah padat dapat dilakukan dengan cara landfill, animal feeding, penguraian dengan mikroorganisme maupun penekanan untuk memperkecil volume. Untuk limbah padat yang tidak dapat membusuk atau mengandung B3, penggunaan incenerator (pesawat pembakar) merupakan salah satu metode yang direkomendasikan. Limbah padat yang mengandung bahan organik dan tidak mengandung B3 dapat diproses secara biologi untuk mengurangi volumenya atau dapat juga untuk memperoleh produk yang berguna seperti kompos (aerobic) maupun biogas (anaerobic). Tetapi cara ini berpotensi mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Pengolahan limbah

Beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas limbah adalah volume limbah, kandungan bahan pencemar, dan frekuensi pembuangan limbah. Untuk mengatasi limbah ini diperlukan pengolahan dan penanganan limbah. Pada dasarnya pengolahan limbah ini dapat dibedakan menjadi:

  1. pengolahan menurut tingkatan perlakuan
  2. pengolahan menurut karakteristik limbah

Untuk mengatasi berbagai limbah dan air limpasan (hujan), maka suatu kawasan permukiman membutuhkan berbagai jenis layanan sanitasi. Layanan sanitasi ini tidak dapat selalu diartikan sebagai bentuk jasa layanan yang disediakan pihak lain. Ada juga layanan sanitasi yang harus disediakan sendiri oleh masyarakat, khususnya pemilik atau penghuni rumah, seperti jamban misalnya. [1]

  1. Layanan air limbah domestik: pelayanan sanitasi untuk menangani limbah Air kakus. [1]
  2. Jamban yang layak harus memiliki akses air besrsih yang cukup dan tersambung ke unit penanganan air kakus yang benar. Apabila jamban pribadi tidak ada, maka masyarakat perlu memiliki akses ke jamban bersama atau MCK.[1]
  3. Layanan persampahan. Layanan ini diawali dengan pewadahan sampah dan pengumpulan sampah. Pengumpulan dilakukan dengan menggunakan gerobak atau truk sampah. Layanan sampah juga harus dilengkapi dengan http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tempat_pembuangan_sementara&action=edit&redlink=1″>tempat pembuangan sementara (TPS), tempat pembuangan akhir (TPA), atau fasilitas pengolahan sampah lainnya. Dibeberapa wilayah pemukiman, layanan untuk mengatasi sampah dikembangkan secara kolektif oleh masyarakat. Beberapa ada yang melakukan upaya kolektif lebih lanjut dengan memasukkan upaya pengkomposan dan pengumpulan bahan layak daur-ulang.[1]
  4. Layanan drainase lingkungan adalah penanganan limpasan air hujan menggunakan saluran drainase (selokan) yang akan menampung limpasan air tersebut dan mengalirkannya ke badan air penerima. Dimensi saluran drainase harus cukup besar agar dapat menampung limpasan air hujan dari wilayah yang dilayaninya. Saluran drainase harus memiliki kemiringan yang cukup dan terbebas dari sampah.[1]
  5. Penyediaan air bersih dalam sebuah pemukiman perlu tersedia secara berkelanjutan dalam jumlah yang cukup. Air bersih ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan makan, minum, mandi, dan kakus saja, melainkan juga untuk kebutuhan cuci dan pembersihan lingkungan.[1]

Karakteristik Limbah

  1. Berukuran mikro
  2. Dinamis
  3. Berdampak luas (penyebarannya)
  4. Berdampak jangka panjang (antar generasi)

Limbah Industri

Berdasarkan karakteristiknya limbah industri dapat dibagi menjadi empat bagian

  1. Limbah cair biasanya dikenal sebagai entitas pencemar air. Komponen http://id.wikipedia.org/wiki/Pencemaran_air”>pencemaran air pada umumnya terdiri dari bahan buangan padat, bahan buangan organik, dan bahan buangan anorganik.
  2. Limbah padat
  3. Limbah gas dan partikel
  4. Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Merupakan sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan atau beracun yang karena sifat, konsentrasinya, dan jumlahnya secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan, merusak, dan dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya. Pengelolaan Limbah B3 adalah rangkaian kegiatan yang mencakup reduksi, penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan, dan penimbunan limbah B3. Pengelolaan Limbah B3 ini bertujuan untuk mencegah, menanggulangi pencemaran dan kerusakan lingkungan, memulihkan kualitas lingkungan tercemar, dan meningkatan kemampuan dan fungsi kualitas lingkungan.

Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982).

Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran disebut polutan. Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup. Contohnya, karbon dioksida dengan kadar 0,033% di udara berfaedah bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033% dapat rnemberikan efek merusak.
Suatu zat dapat disebut polutan apabila:
1. jumlahnya melebihi jumlah
normal
2. berada pada waktu yang tidak
tepat
3. berada pada tempat yang tidak
tepat
Gbr. Lingkungan Dikelilingi Polusi

Sifat polutan adalah:

  1. merusak untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi dengan zat
    lingkungan tidak merusak lagi
  2. merusak dalam jangka waktu lama.
    Contohnya Pb tidak merusak bila konsentrasinya rendah. Akan tetapi
    dalam jangka waktu yang lama, Pb dapat terakumulasi dalam tubuh
    sampai tingkat yang merusak.

 

Macam-macam Pencemaran

Macam-macam pencemaran dapat dibedakan berdasarkan pada tempat terjadinya, macam bahan pencemarnya, dan tingkat pencemaran.

a.      Menurut tempat terjadinya
Menurut tempat terjadinya, pencemaran dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu pencemaran udara, air, dan tanah.
1.      Pencemaran udara
Pencemar udara dapat berupa gas dan partikel. Contohnya sebagai berikut.

  1. Gas HzS. Gas ini bersifat racun, terdapat di kawasan gunung berapi,
    bisa juga dihasilkan dari pembakaran minyak bumi dan batu bara.
  2. Gas CO dan COz. Karbon monoksida (CO) tidak berwarna dan tidak
    berbau, bersifat racun, merupakan hash pembakaran yang tidak
    sempurna dari bahan buangan mobil dan mesin letup. Gas COZ dalam
    udara murni berjumlah 0,03%. Bila melebihi toleransi dapat meng-
    ganggu pernapasan. Selain itu, gas C02 yang terlalu berlebihan di
    bumi dapat mengikat panas matahari sehingga suhu bumi panas.
    Pemanasan global di bumi akibat C02 disebut juga sebagai efek rumah
    kaca.
  3.  Partikel SOZ dan NO2. Kedua partikel ini bersama dengan partikel cair
    membentuk embun, membentuk awan dekat tanah yang dapat
    mengganggu pernapasan. Partikel padat, misalnya bakteri, jamur,
    virus, bulu, dan tepung sari juga dapat mengganggu kesehatan.
  4.  Batu bara yang mengandung sulfur melalui pembakaran akan meng-
    hasilkan sulfur dioksida. Sulfur dioksida ber$ama dengan udara serta
    oksigen dan sinar matahari dapat menghasilkan asam sulfur. Asam ini
    membentuk kabut dan suatu saat akan jatuh sebagai hujan yang
    disebut hujan asam. Hujan asam dapat menyebabkan gangguan pada
    manusia, hewan, maupun tumbuhan. Misalnya gangguan pernapasan,
    perubahan morfologi pada daun, batang, dan benih.

Sumber polusi udara lain dapat berasal dari radiasi bahan radioaktif, misalnya, nuklir. Setelah peledakan nuklir, materi radioaktif masuk ke dalam atmosfer dan jatuh di bumi. materi radioaktif ini akan terakumulusi di tanah, air, hewan, tumbuhan, dan juga pada manusia. Efek pencemaran nuklir terhadap makhluk hidup, dalam taraf tertentu, dapat menyebabkan mutasi, berbagai penyakit akibat kelainan gen, dan bahkan kematian.
Pencemaran udara dinyatakan dengan ppm (part per million) yang artinya jumlah cm3 polutan per m3 udara.
2.      Pencemaran air
Polusi air dapat disebabkan oleh beberapa jenis pencemar sebagai berikut.

  1. Pembuangan limbah industri, sisa insektisida, dan pembuangan
    sampah domestik, misalnya, sisa detergen mencemari air. Buangan
    industri seperti Pb, Hg, Zn, dan CO, dapat terakumulasi dan bersifat
    racun.
  2. Sampah organik yang dibusukkan oleh bakteri menyebabkan 02 di air
    berkurang sehingga mengganggu aktivitas kehidupan organisme air.
  3. Fosfat hasil pembusukan bersama h03 dan pupuk pertanian
    terakumulasi dan menyebabkan eutrofikasi, yaitu penimbunan mineral
    yang menyebabkan pertumbuhan yang cepat pada alga (Blooming
    alga).
    Akibatnya, tanaman di dalam air tidak dapat berfotosintesis
    karena sinar matahari terhalang. Salah satu bahan pencemar di laut ada lah tumpahan minyak bumi, akibat kecelakaan kapal tanker minyak yang sering terjadi. Banyak organisme akuatik yang mati atau keracunan karenanya. (Untuk membersihkan kawasan tercemar diperlukan koordinasi dari berbagai pihak dan dibutuhkan biaya yang mahal. Bila terlambat penanggulangan-nya, kerugian manusia semakin banyak. Secara ekologis, dapat mengganggu ekosistem laut.Bila terjadi pencemaran di air, maka terjadi akumulasi zat pencemar pada tubuh organisme air. Akumulasi pencemar ini semakin meningkat pada organisme pemangsa yang lebih besar.

3.      Pencemaran tanah
Pencemaran tanah disebabkan oleh beberapa jenis pencemaran berikut ini :

  1. sampah-sampah pla.stik yang sukar hancur, botol, karet sintesis,
    pecahan kaca, dan kaleng
  2. detergen yang bersifat non bio degradable (secara alami sulit

diuraikan)
zat kimia dari buangan pertanian, misalnya insektisida.
4.      Polusi suara
Polusi suara disebabkan oleh suara bising kendaraan bermotor, kapal terbang, deru mesin pabrik, radio/tape recorder yang berbunyi keras sehingga mengganggu pendengaran.
Menurut macam bahan pencemar
Macam bahan pencemar adalah sebagai berikut.
Kimiawi; berupa zat radio aktif, logam (Hg, Pb, As, Cd, Cr dan Hi),
pupuk anorganik, pestisida, detergen dan minyak.
Biologi; berupa mikroorganisme, misalnya Escherichia coli, Entamoeba
coli,
dan Salmonella thyposa.
Fisik; berupa kaleng-kaleng, botol, plastik, dan karet.
Menurut tingkat pencemaran
Menurut WHO, tingkat pencemaran didasarkan pada kadar zat pencemar dan waktu (lamanya) kontak. Tingkat pencemaran dibedakan menjadi 3, yaitu sebagai berikut :

  1. Pencemaran yang mulai mengakibatkan iritasi (gangguan) ringan pada
    panca indra dan tubuh serta telah menimbulkan kerusakan pada
    ekosistem lain. Misalnya gas buangan kendaraan bermotor yang
    menyebabkan mata pedih.
  2. Pencemaran yang sudah mengakibatkan reaksi pada faal tubuh dan
    menyebabkan sakit yang kronis. Misalnya pencemaran Hg (air raksa)
    di Minamata Jepang yang menyebabkan kanker dan lahirnya bayi
    cacat.
  3. Pencemaran yang kadar zat-zat pencemarnya demikian besarnya
    sehingga menimbulkan gangguan dan sakit atau kematian dalam
    lingkungan. Misalnya pencemaran nuklir.

Parameter Pencemaran

Dengan mengetahui beberapa parameter yang ads pads daerah/kawasan penelitian akan dapat diketahui tingkat pencemaran atau apakah lingkungan itu sudah terkena pencemaran atau belum. Paramaterparameter yang merupakan indikator terjadinya pencemaran adalah sebagai berikut :

  1. Parameter kimia
    Parameter kimia meliputi C02, pH, alkalinitas, fosfor, dan logam-logam
    berat.
  2. Parameter biokimia
    Parameter biokimia meliputi BOD (Biochemical Oxygen Demand), yaitu
    jumlah oksigen dalam air. Cars pengukurannya adalah dengan
    menyimpan sampel air yang telah diketahui kandungan oksigennya
    selama 5 hari. Kemudian kadar oksigennya diukur lagi. BOD digunakan
    untuk mengukur banyaknya pencemar organik.

Menurut menteri kesehatan, kandungan oksigen dalam air minum atau BOD tidak boleh kurang dari 3 ppm.

  1. Parameter fisik
    Parameter fisik meliputi temperatur, warna, rasa, bau, kekeruhan, dan radioaktivitas.
  2.  Parameter biologi
    Parameter biologi meliputi ada atau tidaknya mikroorganisme, misalnya, bakteri coli, virus, bentos, dan plankton.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: